Kota Bengkulu 

Pungutan Biaya TPU RT.44 Sukarami, Kisruh

Spread the love

Kota Bengkulu, bengkuluhebat.com  – Viralnya video Youtube “Kisruh Pungutan Lahan TPU Padang Leban” membuat netizen bertanya kebenaran video yang di unggah akun youtube “youtuber dewa” pada Rabu, (28/04).

Dari video tersebut, seluruh warga di lingkungan RT 43 dan RT 44 di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu dipungut biaya kesejahteraan atau penataan tanah pemakaman padang leban, yang diduga dilakukan Ketua RW 09 berinisial SY.

Biaya yang dipatok untuk setiap Kepala Keluarga (KK) yang ingin menjadi Anggota Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padang Leban berkisar 300ribu -1 juta Rupiah per-KK.

Diketahui, Khusus untuk RT 43, total biaya yang telah disetorkan Bendahara RT 43 kepada Ketua RW 09 sebesar Rp 29.900.000.

Menurut informasi terhimpun, beberapa warga setempat membenarkan video tersebut.

“Iya memang benar, kami disini diminta iuran pemakaman 1 juta rupiah oleh pak RT atas permintaan Ketua RW bagi yang ingin menjadi anggota di TPU Padang Leban, dan bagi warga yang belum punya cukup uang, bisa dibayar dengan cara dicicil,” ungkap salah seorang warga setempat.

Sementara SY, Ketua RW 09 saat dikonfirmasi tidak menampik akan informasi tersebut. Dikatakannya,semua telah melalui rapat warga.

“Dari dana yang dikumpulkan warga tersebut, saya gunakan untuk Sewa mobil truk 3 unit untuk menimbun tanah pemakaman, yang dimana per trip itu saya bayar Rp 15.000 sebanyak 494 trip. Selain untuk biaya penimbunan juga saya gunakan untuk membayar upah/gaji karyawan 4 orang selama 2 hari dengan upah Rp 125 ribu/karyawan/hari dan juga biaya rokok dan minum.” jelas ketua RW.

Ia menambahkan, untuk sementara ini uang tersebut masih tersisa 10 juta lagi.

“Uang tersebut masih tersisa sekitar 10 juta lagi, dan saya sudah mencoba mengembalikan sisa uang tersebut kepada Ketua RT 43 tapi mereka tidak mau, karena mereka maunya tempat pemakaman dan itu melalui rapat.” jelasnya lagi.

Terpisah, Abdul Munir, yang mewakafkan tanah pemakaman padang leban menampik hal itu. Dirinya mengatakan tidak pernah meminta apalagi menyuruh pihak lain untuk melakukan pungutan kepada warga yang akan menggunakan tanah wakaf pemakaman.

 

“Semua biaya penimbunan, mulai dari alat berat sampai minyaknya, itu saya yang bayar termasuk sewa mobil dan gaji karyawan pakai uang pribadi saya langsung saya bayar sama Irwan selaku pelaksana dengan total biaya Rp 19 juta. Itu semua saya yang bayar dan Pak RW mengetahui itu ungkap Abdul Munir. (Usnin)

Related posts

Leave a Comment